MotivasiRubrik Umum

Mengintip Isi Buku ‘Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat’

Mengintip Isi Buku ‘Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat’

Oleh : Rachmawati Ash

Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, menguraikan bahwa ada saatnya kita perlu untuk bersikap bodo amat dalam menjalani hidup. Kapan dan di manakah harus menerapkan seni. Seperti kita ketahui buku ini sebenarnya berjudul The Subtle Art of Not Giving a F*ck yang ditulis oleh Mark Manson, merupakan salah satu buku best seller menurut The New York Times & Washinton Post, telah diterbitkan dalam bentuk bahasa Indonesia dengan judul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.

                                                                                                                                          

Buku tersebut tidak menyuruh untuk bersikap Bodo Amat dalam segala sesuatu. Namun, Mark mengajak para pembacanya agar bersikap Bodo Amat terhadap hal-hal yang tidak perlu untuk dipersoalkan.

 

Banyak dari kita sendiri yang menangani masalah sepele saja bisa menjadi besar dan terus-terusan diperdebatkan. Nah, salah satu isi dari Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat ini mengajarkan untuk setidaknya-tidak mempermasalahkan sesuatu yang memang tidak perlu dipermasalahkan.

Dalam bukunya Mark menyusun 9 Bab yang di antaranya membahas tentang ” Kegagalan adalah Jalan Menuju Maju ”. Pesan moral dari bab tersebut yaitu mengajak para pembaca untuk jangan takut pada kegagalan. Jadi, ” Lakukanlah Sesuatu ”. Dengan melakukan sesuatu bisa mendorong diri untuk lebih maju lagi untuk menggapai sebuah kesuksesan.

 

Sebuah Analogi menarik yang dapat kita petik dari buku ini. Kita dihadapkan dalam sebuah pilihan yaitu Permen Manis dan Sayur yang Pahit. Permen manis memang rasanya enak, namun lihat apa efek jangka panjangnya ? sakit gigi, bahkan lebih parahnya yaitu penyakit mematikan seperti Diabetes. Berbanding terbalik dengan Sayur yang rasanya pahit. Walaupun rasanya tidak enak di awal tapi efek yang dihasilkan membuat tubuh kita menjadi Sehat.

 

Contoh lainnya yang tidak kalah penting yaitu dalam sebuah pekerjaaan. Tentunya dalam sebuah pekerjaan tidaklah berjalan dengan mulus dan monoton. Banyak ejekan, kritikan yang bisa membuat kita menjadi  down. Coba saja kalau semua ejekan dan kritikan tersebut berulang ulang, cepat atau lambat bisa menghancurkan mental seseorang. Lain halnya, kalau kita mencerna sebuah kritikan tersebut secara Bodo Amat namun dalam segi positif yaitu kita ambil segi manfaatnya. Menanamkan pikiran bahwa kita bisa menjadikannya untuk mengevaluasi diri supaya bisa lebih baik kedepannya. Intinya, kritikan adalah masukan yang jujur.

Mark Monson megajak kita agar tidak terllau berlebihan dalam menanggapi segala sesuatu yang terjadi di lingkungan kita. Tidak semua yang terlihat dan terdengar buruk adalah sebuah celaan. Kita, sebagai pembaca diajak berpikir kritis tetapi tidak benar-benar bodoh. Sebuah seni bersikap bodo amat, bukan berarti kita tidak pandai dalam menangani masalah, justru ada saat-saat tertentu yang mengharuskan kita cuek.

Buku ini mengajak kita membuka mata juga pikiran. Bahwa, tidak semua hal harus kita telan mentah-mentah daan kemudian memuntahkannya karena tidak sesuai dengan penerimaan kita. Bersikap bodo amat, berarti dapat menyaring hal-hal yang terjadi di lingkungan. Tetap berpikir kritis, namun tidak meninggalkan realistis. Bodo amat, tidak segala sesuatu harus kita simpan dan biarkan membusuk di dalam otak kita. Ada beberapa hal yang harus kita lepaskan, karena hal tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali untuk diri kita.

Sebuah seni bersikap bodo amat, mengajarkan kita sebagai pembaca agar lebih relaks dalam menanggapi semua yang terjadi. Tidak mudah heran dengan kelakuan orang-orang dis ekitar kita yang beragam sikap dan sifatnya. Bodo amat berarti memahami, mana yang perlu diperbaiki dan mana yang perlu dilewatkan.

 

Demikain sedikit ulasan yang dapat dijadikan bahan renungan dari buku terkenal milik seorang Blogger, Mark Mason. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang mampu memfilter setiap kejadian yang ada di sedikitar kita. Setelah ini, jangan lagi menjadi pribadi yang terlalu membani diri dengan pikiran-pikiran yang buruk dan berat. Singkirkan hal-hal yang tidak pantas kita simpan dalam otak. So, mulailah mencintai diri sendiri. Biasakan diri dengan berpikir waras, sehingga akan mempengaruhi ucapan dan tindakan yang positif.

0

Tulisan terkait

Leave a Reply

Close