Hari Kepulangan Delia Oleh: Retno Ka Rasa heran di benak Delia bertumpuk-tumpuk kian banyak. Belum terjawab dengan jelas alasan mengapa Ro menjemputnya pulang
Category: Cerpen
Buah Kebaikan
Buah Kebaikan Oleh: Noey Karmin duduk di bangku kayu depan rumahnya sambil menyesap kopi yang ia seduh sendiri. Kalau orang lain, mungkin pagi hari seperti
Seharusnya Aku yang Mati
Seharusnya Aku yang Mati Oleh: Mafaaza Hari masih gelap, suara kokok ayam baru terdengar satu-satu, tapi Rasmini sudah beranjak dari tempat tidurnya. Berjalan bungkuk
Ada Surga di Telapak Kaki Itu
Ada Surga di Telapak Kaki Itu Oleh: Aryati Seorang pemuda berparas tampan mengajari kami alif, ba, ta, hingga hamzah, ya. Setiap sore, usai kami
Lidah yang Siap Menjerat
Lidah yang Siap Menjerat Oleh: Ray Eurus Makian terlontar dari mulut busuknya tepat menembus ke balik rongga dadaku. Ini bukan masalah seberapa besar luka
Red Coat Girl
Red Coat Girl Oleh : Arya Kusuma Mayangkara Semburat warna jingga di angkasa pertanda hari mulai senja, menemani langkahku menyusuri deretan gedung-gedung tinggi di kota
Apa yang Terjadi?
Apa yang Terjadi? Oleh: Noey “Kalian tahu kenapa penghuni panti asuhan ini tak pernah bertambah jumlahnya?” Lizzy, si cerewet berambut blonde mulai membuka percakapan.
