La Vie Es Belle, Gheishara! Oleh : Gloria Pitaloka Paris, 12 Juli 1789. Cuaca panas di ibukota membuat keringatku menetes hingga membasahi tubuh setelah
Category: Cerpen
Bidadari di Marrakesh
Bidadari di Marrakesh Oleh : Gloria Pitaloka Pada langit jingga Marrakesh dan angin musim semi pegunungan Atlas kutitipkan rindu agar sampai ke Bidadariku. *** Mataku
Daun yang Tertiup Angin
Daun yang Tertiup Angin Oleh: Leeyaa Daun-daun kering itu tertiup angin kemarau yang dingin, berputar-putar, melayang seperti memamerkan tarian, dan kemudian mendarat di atas
Tentang Nana
Tentang Nana Oleh: Aiu Ratna Sore ini, ia datang lagi menemuiku di bawah pohon jambu. Langit mulai kelabu, sementara angin bertiup menerbangkan daun-daun bercampur
Ibu yang Hanya Bisa Marah
Ibu yang Hanya Bisa Marah Oleh : Fitri Hana Hujan deras di luar kafe membuat pengunjung enggan beranjak pulang. Begitu juga dengan Jo. Dia
Cinta Pertamaku itu Kamu
Cinta Pertamaku itu kamu Oleh : Zakiya Seseorang pernah berkata jika jatuh cinta itu berjuta rasa, penuh warna-warni yang membuat hati berbunga. Katanya pula
Penghuni Bulan
Penghuni Bulan Oleh : Alena Winker Percayakah kalian jika di bulan itu ada kehidupan? Beragam mitos tentang hal tersebut tentu banyak kita dengar, bukan? Dan
Kekasih Tercinta
Kekasih Tercinta Oleh: Kim Hana Dia, semangatku untuk terus berjuang. Dalam lembar demi lembar buku diari, hanya ada namanya yang tertulis. Satu kata untuknya
