Lea Oleh: Uzwah Anna Angin riuh. Kelelawar berterbangan. Seluruhnya menghitam sebab gelap. Berkali-kali Dion tersandung dan hampir celaka sebab tak sengaja tubuhnya mendorong yang lain.
Category: Cerpen
Akulah Sita
Akulah Sita Oleh : Eda Erfauzan Alengka. Taman Asoka Seorang pria berjubah putih dengan aura seorang maharaja meninggalkan pintu gerbang taman. Wajahnya rupawan, kulit terang,
Pesan Singkat
Pesan Singkat Oleh: Ayu Candra Giniarti Kelas ramai! Guru belum datang, tentu saja. Bukankah itu suatu yang biasa? Dia melempar senyum kepadaku, aku membalasnya. Tetapi
Kabar Pipit di Pucuk Harap
Kabar Pipit di Pucuk Harap Oleh: Evamuzy Angin subuh menggelitik kaki hingga membangunkan Nona. Menuruni anak tangga berbahan kayu, dengan pelan menuju tanah yang basah
Senandung Jalanan
Senandung Jalanan Oleh: Karna Jaya Tarigan Jakarta pada sore hari mulai riuh dan sibuk kembali seperti pagi tadi. Tampak lalu lalang manusia yang berkejaran dengan
Perempuan dengan Selarik Permohonan
Perempuan dengan Selarik Permohonan Oleh: LutfiRose Darah segar merembes dari balik daster warna biru motif bunga, yang dikenakan perempuan itu. Wajah tirusnya pasi menahan sakit.
Sore di Tepi Danau
Sore di Tepi Danau Oleh: Erlyna “Vi, pernah ciuman?” Aku melotot kaget. Kupandangi sahabatku yang menatap dengan sorot ingin tahu. Aku menggeleng. “Zaman sekarang, ciuman
Waktu untuk Menutup Buku
Waktu untuk Menutup Buku Oleh: Devin Elysia Dhywinanda Kalau membuka buku tentang kamu, aku bakal menemui kalimat ini sebagai pembuka paragraf: Kamu suka tersenyum. Kalau
Lauk Garam di Atas Nasi
Lauk Garam di Atas Nasi Oleh: Evamuzy Rumput-rumput basah oleh embun yang merayakan pagi dan hangat mentari, menyapa pria di akhir masa. Yang lapuk habis
