Kartini Oleh: Mila Athar Jari-jari itu telah mulai mengeriput. Titik-titik keringat mengucur di wajah dan tubuhnya. Tubuhnya mulai mati rasa. Meski begitu, tangan-tangan tua itu
Category: Cerpen
Bukan Siapa-Siapa
Bukan Siapa-Siapa Oleh: Dyah Diputri Aku tidak lagi mengerti apa artinya cinta, tetapi yang kutahu … selama detak jantungku masih berdetak, aku harus membahagiakannya. —
Romantika 1946
Romantika 1946 Oleh: Uzwah Anna Kereta melaju dari Jakarta menuju Jogja. Beberapa pejuang, gabungan dari militer dan rakyat sipil—yang telah beberapa waktu mendapat pelatihan militer—bersiap
Bertha dan Donatnya
Bertha dan Donatnya Oleh: Karna Jaya Tarigan Bertha duduk bersimpuh di atas lantai dengan kesendiriannya. Anak-anak sedang tertidur lelap di kamar, jadi ia mempunyai sedikit
Senja (bagian 1)
Senja (bagian 1) Oleh: Lutfi Rose Semburat senja mengiringi sang mentari beranjak ke peraduan. Semilir angin sore menerpa wajah sendu perempuan berparas manis, sederhana, bergamis
Wanita yang Digantungi Kematian
Wanita yang Digantungi Kematian Oleh: Devin Elysia Dhywinanda Syakira mengaku ia takut pada kematian. Itu dikatakannya saat berada di kelas delapan usai salat Zuhur berjemaah,
Penggalan Kisah Adik dan Aa
Penggalan Kisah Adik dan Aa Oleh: Evamuzy Pura-pura Amnesia “Awas! Jangan pegang-pegang tangan! Sekali lagi Aa berani begitu, Adik aduin ke Abah. Biar dipecat
Kerikil Tajam di Perempatan
Kerikil Tajam di Perempatan Oleh: Arnosa Mentari muncul begitu cepat. Hawa dingin yang menusuk kulit berganti pelukan hangatnya sinar mentari . Manusia hilir mudik mengadu
Setetes Embun Sebelum Engkau Bicara
Setetes Embun Sebelum Engkau Bicara Oleh: Dyah Diputri Aku benci hujan. Juga aroma basah yang menyeruak indra penciuman kala langit berwarna kelabu. Saat dingin begitu
