Dania dan Kursi yang Selalu Menunggu Oleh: Evamuzy Gadis cantik berkulit kuning langsat itu duduk di kursi besi sebuah ruang baca. Dania namanya. Berbalut dress
Tag: Cinta
Gamis Hitam
Gamis Hitam Oleh: Dyah Diputri Harimu suram tanpa aku. Bahkan tanpa embel-embel ‘kelabu’. Seperti kemarau panjang yang merindu jarum-jarum gerimis di bulan Juni. Kau tengadahkan
Take Care!
Take Care! Oleh: Dyah Diputri Hujan belum juga reda. Sudah dua jam Bio menepi di halte bus bersama Nisa dan Eri. Hujan Desember begitu pekat.
Setiap Hujan
Setiap Hujan Oleh: Devin Elysia Dhywinanda “Aku akan muncul tiap hujan turun, lho.” Saat Yook Sungjae mengatakan hal itu, aku sekadar tersenyum miring, sangsi ia
Bersaing dengan Bidadari
Bersaing dengan Bidadari Oleh: Evamuzy Aku mengerti, dengan siapa bersaing merebut hati. Ialah kau, perempuan cantik bermata bening, berilmu dengan setumpuk talenta pada tangan juga
Bukan Siapa-Siapa
Bukan Siapa-Siapa Oleh: Dyah Diputri Aku tidak lagi mengerti apa artinya cinta, tetapi yang kutahu … selama detak jantungku masih berdetak, aku harus membahagiakannya. —
Romantika 1946
Romantika 1946 Oleh: Uzwah Anna Kereta melaju dari Jakarta menuju Jogja. Beberapa pejuang, gabungan dari militer dan rakyat sipil—yang telah beberapa waktu mendapat pelatihan militer—bersiap
Setetes Embun Sebelum Engkau Bicara
Setetes Embun Sebelum Engkau Bicara Oleh: Dyah Diputri Aku benci hujan. Juga aroma basah yang menyeruak indra penciuman kala langit berwarna kelabu. Saat dingin begitu
Akulah Sita
Akulah Sita Oleh : Eda Erfauzan Alengka. Taman Asoka Seorang pria berjubah putih dengan aura seorang maharaja meninggalkan pintu gerbang taman. Wajahnya rupawan, kulit terang,
