Sarah oleh: Zee Anulika Tubuhku menggigil diterpa derasnya hujan hari itu. Sudah seminggu matahari seakan malu menampakkan sinarnya. Seminggu pula aku berteman gigil.
Category: Cerpen
Eutenika (Bagian 2)
Eutenika (Bagian 2) Oleh : Zulfaturroliya Mata Purnomo merah penuh amarah. Keluarga besar kalang kabut menghadapi sikap keras Prastina. Pernikahan telah terjadi, mengupayakan kelanggengan adalah
Jam Tangan Mewah Pemberian Tuan
Jam Tangan Mewah Pemberian Tuan Oleh : Sri Handayani Setelah kupikir-pikir, sepertinya jam tangan ini memiliki kutukan. Bagaimana tidak? Semenjak jam ini selalu bertengger cantik
Eutenika (Bagian 1)
Eutenika (Bagian 1) Oleh : Zulfaturroliya Seorang perempuan duduk di depan saya. Secangkir kopi dan secangkir teh ada di antara kami berdua. Ia datang dari
Semesta di Pelipis dan Ubun-Ubun Manusia
Semesta di Pelipis dan Ubun-Ubun Manusia Oleh : Zulfaturroliya “Oh, jadi semesta itu ada di pelipis dan ubun-ubun manusia?” pekik sebuah suara nyaring yang terdengar
Mukena Bordir
Mukena Bordir Oleh : Nai Yati Mak Edah beberapa kali mengerjapkan kelopak mata keriputnya. Menatap helaian kain berenda-renda di ujungnya dengan motif bunga kecil dibordir
Kayu Manis dan Buah Persik
Kayu Manis dan Buah Persik Oleh: Carissa Maharani Jam sudah menunjukkan waktu makan malam, namun Ardan masih duduk di ruang kerjanya, di lantai delapan.
Patah Hati
Patah Hati Oleh: Wulan Putri Kusumah Ingin rasanya berteriak dan menangis. Sayangnya Putri hanya dapat diam menahan sesak yang mengikis rongga kosong di dalam
