Arah Angin (Episode 2) Oleh: Uzwah Anna (POV Nilam) Di luar hujan deras disertai angin kencang. Tatkala itu pula ponselku berdering. Kulihat sebuah nama di
Category: Cerpen
Papan Perut Buncit
Papan Perut Buncit Oleh: Triandira Saat Budi menulis, kepalanya langsung pusing seperti sedang menaiki komidi putar di pasar malam. Ia belum hafal beberapa huruf meski
Secangkir Teh Kematian (Episode 2)
Secangkir Teh Kematian (Episode 2) Oleh: Fitri Fatimah Untuk beberapa saat Salma hanya bisa terpana. Jadi ingatan-ingatan yang baru saja berseliweran di kepalanya muncul bukan
Suatu Hari di Tengah Hujan Deras
Suatu Hari di Tengah Hujan Deras Oleh: Nurul Istiawati Air dari langit mulai berjatuhan. Malam ini hujan turun. Seperti malam-malam yang lalu. Menyenangkan. Membuat suasana
Waktu yang Bercanda (Episode 1)
Waktu yang Bercanda (Episode 1) Oleh: Erlyna (POV Vie) “Hompimpa alaium gambreng!” Dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo bermain!’ Kulirik empat tangan yang saling berdekatan
The Blue Eyes Man (Episode 2)
The Blue Eyes Man (Episode 2) Oleh: Eda Erfauzan “Mimpi digigit ular itu artinya akan dipertemukan dengan jodoh, Lily. Semoga besok atau lusa kau dipertemukan
Kotak Amal (Episode 1)
Kotak Amal (Episode 1) Oleh: Karna Jayakarta Tarigan Lelaki itu berjalan menyusuri jalanan beraspal kasar yang bergelombang. Melewati persawahan yang membentang luas sepanjang mata memandang.
Arah Angin (Episode 1)
Arah Angin (Episode 1) Oleh: Devin Elysia Dhywinanda (POV Angin) Rumahku selalu sunyi—keheningan bakal membuatmu nyaman menikmati film melankolis di teater kecil sebelah utara, melancarkan
Secangkir Teh Kematian (Episode 1)
Secangkir Teh Kematian (Episode 1) Oleh: Rachmawati Pagi masih terlalu dini, matahari juga belum begitu sempurna. Salma membuka tirai jendela, seketika sinar matahari yang redup
The Blue Eyes Man (Episode 1)
The Blue Eyes Man (Episode 1) Oleh: Evamuzy Langit berwarna jingga ketika Lily, gadis pengantar bunga di toko florist beranjak pulang. Sepeda biru mudanya melewati
